Jakarta – Penembakan mati 11 penjahat oleh Polda Metro Jaya menuai kritik. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan penembakan mati itu dilakukan karena pelaku melawan petugas.

“Ketika ditangkap anggota dia menyerah, ya kita nggak akan melakukan tindakan apa-apa. Tapi ketika dia melawan, ya kami harus membela diri. Jadi bukan extrajudicial (killing). Ini dalam konteks di lapangan dia membawa senjata tajam dan melakukan perlawanan,” kata Setyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Setyo memastikan penembakan itu tak dilakukan sembarangan. Tindakan tegas dan terukur dilakukan polisi dengan diperkuat barang bukti.

“Saya sampaikan, dengan adanya barang bukti yang dia bawa, dia membawa senjata atau membawa parang,” sebutnya.

Dia menjelaskan tindakan tegas dan terukur itu diperbolehkan untuk dilakukan aparat kepolisian ketika melaksanakan tugas. Itu pun tetap dalam pengawasan Profesi dan Pengamanan (Propam).

“Jadi semua yang dilakukan teman-teman di lapangan itu kan mereka lakukan laporan kepada pimpinan. Propam melakukan audit apakah yang dilakukan ini sesuai dengan prosedur. Ketika sudah dilakukan sesuai prosedur, tidak ada masalah. Tapi kalau tidak, ya kita proses,” jelas Setyo.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here