Jakarta – Di balik pembawaannya yang tegas, Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga dikenal sebagai sosok pria yang berhati lembut. Hal ini terlihat setiap kali dirinya berinteraksi dengan masyarakat.

Khususnya saat berkunjung ke daerah-daerah. Hampir setiap kunjungannya, Edy berkesempatan menggedong anak kecil.

Sisi lembut Edy juga terlihat saat berkunjung ke Persatuan Tunanetra Indonesia di Jalan Sampul No 38 Medan. Saat itu, ia terbawa perasaan bahkan meneteskan air mata.

Di tempat ini, Edy terpukau dengan suara emas penyandang tunanetra bernama Srimawati Sembiring. Saking senangnya, dia yang saat itu berduet diiringi organ tunggal, tak segan merangkul pundak dan mencium kening Srimawati dengan mata yang berkaca-kaca.

Tidak hanya mengekspresikan rasa sayangnya, Edy pun memberikan alat musik keybord miliknya. Hal itu dilakukan saat si pemain yang juga penyandang tunanetra menyampaikan harapan jika Edy menjadi gubernur nanti, ia bisa membantu peralatan musik untuk mereka.

“Kenapa harus jadi gubernur. Tidak jadi gubernur pun akan saya bantu. Saya ke sini bukan kampanye, saya mau ibadah kemari. Hari ini saya tinggalkan keyboard ini untuk dipergunakan di sini,” ungkap Edy seperti dikutip, Kamis (24/5/2018).

Mantan Panglima Kodam I BB ini juga kerap menyuarakan kalau penanganan persoalan Sumut tidak bisa dianggap sepele. Ibarat sebuah kapal yang besar, Sumut harus dinakhodai sosok yang memiliki komitmen tinggi, tegas, berani, jujur dan iklhas untuk mengembalikan martabat masyarakat Sumut.

“Bangsa ini dibangun dengan tetes darah dan air mata dari para pejuangan dengan latar belakang agama, adat istiadat, budaya yang berbeda-beda. Jadi jangan coba-coba memecah belah rakyat. Sebagai putra daerah Sumut, saya tidak akan tinggal diam ada yang coba-coba merusak kedamaian di Sumut yang kita cintai ini,” ujar Edy.

Diungkapkannya, ditempa selama 33 tahun sebagai prajurit TNI AD, membuatnya jadi pribadi tegas dan berani dalam bersikap. Khususnya yang berkaitan dengan menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat di NKRI.

Untuk urusan nasionalisme dan kebangsaan, suami dari Nawal Lubis ini tak kenal kompromi. Pangkat tertinggi di militer nyaris digapainya, namun jenderal bintang tiga ini menanggalkan pangkat dan jabatannya hanya karena tak rela melihat kampungnya terus tertinggal dari provinsi lain.

Oleh karenanya, Edy sangat menyayangkan jika ada upaya oknum-oknum tak bertanggung jawab mencoba mengotori alam demokrasi di Sumut. Edy beranggapan, tidak sepatutnya banyak masyarakat yang berada di garis kemiskinan hidup di provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya ini.

“Jangan sampai kelak, anak cucu kita sengsara. Ibarat pepatah, tikus mati di lumbung padi. Sumut ini terus tertinggal dengan provinsi lain. Di segala bidang kita mulai tertinggal,” tutur Edy.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here