Jakarta – Waketum Gerindra Fadli Zon sepakat istilah ‘kecebong’ dan ‘kampret’ yang berkaitan dengan dukungan politik dihilangkan. Namun Fadli mempertanyakan siapa yang memulai penyebutan istilah itu.

“Ya, yang memulai siapa? Saya nggak tahu juga. Itu kan bahasa-bahasa yang berkembang di media sosial. Saya kira bagus-bagus saja nggak usah ada penyebutan yang kayak gitu,” ujar Fadli di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Selain itu, menurut Fadli, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Dia mengatakan penyebaran fitnah dan hoax di media sosial seharusnya menjadi hal yang patut diwaspadai.

“Sebenarnya intinya adalah bagaimana menghentikan segala macam fitnah-hoax di media sosial itu lebih penting daripada ungkapan-ungkapan seperti itu,” kata Fadli.

“Kalau kita berdebat di media sosial itu orangnya jelas, bertanggung jawab, dan tidak menyebarkan fitnah, black campaign, dan sebagainya. Orang boleh berbeda pendapat dan kritis, boleh menegasikan, tapi jangan fitnah,” imbuh Wakil Ketua DPR itu.

Tonton juga ‘Kontroversi SKM, Fadli Zon ‘37% Anak Indonesia Stunting”:

Seruan ini berawal dari pernyataan Aa Gym dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal. Dia meminta kepada masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’.

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here