Semarang – Selama proses menjelang Pilkada serentak 2018 di Jawa Tengah ini, kepolisian setidaknya sudah mendapati sekitar 10 indikasi black campaign di media sosial. Akun penyebarnya pun sebagian sudah diblokir.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan akun yang diblokir memang anonim dan biasanya memang akun tidak bertanggungjawab itu yang digunakan untuk menyebar hoax atau ujaran kebencian.

“Kita temuan ada 8 sampai 10 indikasi. Sebagian diblokir. Biasanya pakai akun palsu, anonim,” kata Lukas kepada detikcom, Kamis (26/4/2018).

Namun menurut Lukas, Black Campaign melalui media sosial dengan menggunakan isu Sara tidak banyak terjadi khususnya di Pilgub Jateng. Isu yang digoreng oleh akun-akun penyebar hoax akan sulit ditemukan di Jawa Tengah.

“Untuk Pilgub Jateng, isu yang digoreng itu sulit, apalagi Sara. Salah satunya karena para calon wakil Gubernur kan juga dari kalangan agamis, jadi isu Sara pun sulit,” terang Lukas.

Selain itu, masyarakat juga sudah mulai peduli dengan menangkal berita palsu atau hoax yang memprovokasi. Seiring dengan itu kepolisian juga berusaha menggelar kegiatan anti black campaign.

“Ketahanan masyarakat udah makin bagus, tidak mudah termakan isu. Sekarang tahu ada berita tidak benar, ada hoax. Di awal-awal dulu mungkin susah membedakan,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi adanya black campaign di media sosial, kepolisian memang membentuk satgas anti black campaig. Jika memenuhi unsur pidana, maka pembuatnya terancam penjara.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here