Surabaya – PKB dan PDIP melakukan konsolidasi untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018. Beberapa permasalahan dibahas, salah satunya konsentrasi partai di tingkat Kabupaten/Kota terpecah dengan pelaksanaan Pilkada Serentak.

“Ini konsolidasi yang kebetulan ada kunjungan Ketua Umum PKB bersamaan ada Sekjen PDIP. Mereka melakukan koordinasi mengundang kabupaten/kota untuk mencocokan data. Di sini tidak hanya bicara pilgub tapi juga pilkada serentak secara umum,” kata Cagub Gus Ipul yang turut hadir dalam konsolidasi di Hotel Wyndham Surabaya, Rabu (9/5/2018).

Gus Ipul mengungkapkan salah satu kendala pemenangan pasangan nomor urut 2 di beberapa Kabupaten/Kota terpecah konsentrasinya dengan pemenangan pasangan dalam Pilkada Serentak. “Sebagian konsentrasinya terbelah makanya dicari formula yang mana setiap daerah berbeda yang tantangannya. Kendala itu yang kita carikan solusi,” ungkapnya.

Kendala yang dimaksud diantaranya beberapa partai pengusung Gus Ipul-Puti Guntur tidak selalu sama dalam Pilkada Serentak. “Alhamdulillah sudah ditemukan formula karena sebuah masalah harus disikapi secara bijak dan dewasa serta harus ada tindakan terpisah di tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.

Wagub Jatim dua periode ini juga menyinggung salah satu tema dalam debat publik semalam tentang penyerapan tenaga kerja yang dianggap paslon nomor urut 1 tidak masuk akal.

Menurut Gus Ipul, data yang digunakan paslon nomor urut 1 merupakan data BPS yang tidak menghitung data penananaman modal dalam negeri non fasilitas. Ia mengungkapkan, setiap tahun kan ada penambahan tenaga kerja 350 ribu lebih yang berasal lulusan SMA/SMK ditambah angka pengangguran 800 ribu lebih, ditotal 1 juta lebih.

“Pada tahun 2017 itu angkatan baru dengan pengangguran sebelumnya diserap 400-500 ribu lebih dan ini data dari dinas Penanaman Modal, kalau BPS tidak menghitung investasi non fasilitas, kalau provinsi dihitung. Kalau mereka (BPS) hanya menghitung PMDN dan PMA. Sedangkan di provinsi dihitung termasuk yang PM non fasilitas, makanya beda datanya akhirnya tidak nyambung,” ungkap Gus Ipul.

Sumber penyerapan tenaga kerja berasal dari investasi yang membuka lapangan pekerjaan baru. Pada 2017, data Penanaman Modal Asing menghadirkan 2 ribu lebih proyek dengan nilai investasi Rp 21 triliun yang mampu menyerap 78 ribu tenaga kerja ditambah inivestasi dari dalam negeri sebesar Rp 45 triliun yang menyerap 69 ribu lebih tenaga kerja baru.

“Yang PMDN non fasilitas ada 129 ribu proyek dengan nilai investasi Rp 85 triliun yang mampu menyerap 459 ribu lebih tenaga kerja. Kalau ini ditambah seribu dewi program kita. Misal, satu desa menyerap 100 kan sudah 100 ribu, rasional sekali kan. Kalau berdasarkan datanya bu Khofifah pengangguran makin naik dan tidak akan turun,” pungkas Gus Ipul.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here