Kuala Lumpur – Sidang kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, akan memasuki agenda putusan pada Kamis (16/8) besok. Nasib kedua terdakwa, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, akan ditentukan dalam sidang putusan itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (15/8/2018), dalam persidangan Kamis (16/8) besok di Malaysia, hakim akan menentukan apakah ada cukup bukti untuk mendukung dakwaan pembunuhan yang dijeratkan kepada Aisyah ,yang seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dan Doan asal Vietnam.

Jika dinyatakan ada cukup bukti, maka persidangan akan berlanjut pada agenda mendengar pembelaan kedua terdakwa.

Namun jika dinyatakan sebaliknya, maka hakim akan memutuskan antara membebaskan kedua terdakwa dari seluruh dakwaan atau mengubah dakwaan menjadi lebih ringan dari pembunuhan. Baik Aisyah maupun Doan terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan.

Dalam kondisi jika salah satu atau keduanya dibebaskan dari dakwaan, mereka belum bisa langsung bebas. Jaksa masih bisa mengajukan banding atas putusan pengadilan dan otoritas Malaysia masih tetap menahan keduanya atas tindak pelanggaran visa.

Terkait kasus ini, keluarga kedua terdakwa bersikeras bahwa Aisyah dan Doan tidak bersalah. Mereka berharap keduanya dibebaskan dari seluruh dakwaan.

“(Doan-red) Tidak akan pernah bisa menjadi seorang pembunuh karena dia selalu menjadi gadis penuh pesona, pekerja keras,” ucap ayah Doan, Doan Van Thanh, kepada AFP. “Saya sungguh ingin dia dibebaskan dan pulang,” imbuhnya.

Secara terpisah, ibunda Aisyah, Benah, meyakini putrinya akan dibebaskan. “Dia (Aisyah-red) tidak pernah berniat membunuh siapapun … Dia putri saya dan saya mempercayainya,” ucap Benah kepada media Inggris, The Guardian.

Dalam kasus ini, Aisyah dan Doan didakwa membunuh Kim Jong-Nam dengan mengusapkan racun gas saraf VX ke wajahnya di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Keduanya sama-sama menyangkal telah membunuh Kim Jong-Nam.

Pengacara kedua terdakwa sama-sama berargumen bahwa klien mereka hanya direkrut untuk ikut acara prank atau lelucon, namun diperdaya menjadi pembunuh oleh sejumlah agen Korut, tanpa mereka sadari.

Persidangan kasus ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir di Malaysia. Pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng menyebut penyelidikan pembunuhan Kim Jong-Nam tidak hanya ‘bobrok’ tapi juga ‘berat sebelah’. Disebut juga oleh Gooi bahwa dakwaan yang dijeratkan kepada kliennya sangat ‘samar’. Ditegaskan Gooi bahwa jaksa sama sekali tidak bisa membuktikan kliennya telah mengusapkan racun gas saraf VX ke wajah Kim Jong-Nam.

Dalam argumen penutup, jaksa Malaysia menyatakan dua terdakwa dilatih untuk memastikan keberhasilan pembunuhan Kim Jong-Nam. Jaksa menegaskan pembunuhan ini bukanlah acara lelucon (prank) dan bersikeras pembunuhan itu ‘direncanakan dan dilakukan dengan hati-hati’.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here