Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai bakal calon presiden. Keduanya pun berpidato setelah berkas dinyatakan lengkap oleh KPU.

“Saya menemukan beberapa ekspresi wajah dan perubahan suara yang unik ketika mengucapkan topik, kalimat atau kata tertentu,” ungkap pakar gestur Handoko Gani saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/8/2018).

Handoko yang merupakan ahli lie detector tersebut menganalisis lewat video pidato Jokowi dan Prabowo usai mendaftar saat masih di dalam Kantor KPU. Video tersebut dari kanal CNN Indonesia TV di YouTube dengan judul ‘Puji Prabowo-Sandi, Ini Pidato Lengkap Jokowi Usai Daftar Capres’ dan ‘Resmi Daftar Pilpres, Prabowo: Kami Ingin Berkuasa atas Izin Rakyat’.

Pertama dia menganalisis gestur dari Jokowi yang lebih dahulu mendaftar ke KPU. Dari video yang pertama, tampak ada ekspresi menarik dari Jokowi yang baru saja resmi mendaftar jadi capres dengan menggandeng Ketum MUI sekaligus Rais Aam NU KH Ma’ruf Amin.

“Ada ekspresi ‘unik’ dari Pak Jokowi saat berjalan yang menyiratkan ketidakgembiraan yaitu di menit 01:34 hingga menit 01:37 ketika mulai mendekati panggung utama. Ekspresi wajah diambil di menit 01:34,” papar Handoko.

Membaca Ekspresi Jokowi dan Prabowo Usai Daftar Capres di KPUFoto: Screenshot CNN Indonesia TV pidato pendaftaran capres-cawapres di KPU.

Momen itu adalah ketika Jokowi dan Ma’ruf beserta para partai pengusung dan pendukung akan naik panggung pada Jumat (10/8). Setelah itu Jokowi berpidato. Jokowi kemudian berpidato yang salah satu isinya berpesan tentang demokrasi harus penuh riang gembira.

“Keunikan adalah perihal topik ‘gembira’. Di mana pada frase kata ‘setiap orang’ di menit 03:59 terdapat ekspresi wajah – kerutan yang tidak lazim. Begitu juga ketika di ekspresi 04:00 di mana terdapat juga tarikan helaan nafas pada kata ‘menunjukkan’,” sebut pria yang memegang izin otorisasi penggunaan Layered Voice Analysis (LVA).

Ada pula ekspresi wajah pada menit 04:06 ketika Jokowi selesai mengucapkan kata-kata ‘penuh dengan riang gembira’. Menurut Handoko kedua ekspresi wajah itu hanya terjadi pada menit tersebut saja.

“Jadi, ini menandakan bahwa makna yang juga ditekankan secara verbal selama 2x yaitu ‘penuh kegembiraan’ dan ‘penuh dengan riang gembira’, adalah sebuah makna yang sangat penting. Bisa jadi ketika Pak Jokowi mengucapkannya, ada orang-orang tertentu yang ia pikirkan sehingga ekspresi-ekspresi tersebut muncul. Atau bisa jadi, dirinya sendiri,” papar Handoko.

Jokowi juga menyebutkan frasa ‘demokrasi bukan perang’. Handoko melihat ada ekspresi menyunggingkan senyum saat Jokowi mengatakan hal tersebut.

“Sekali lagi, ini juga ekspresi yang tidak ada pada topik atau kalimat atau kata lainnya,” kata Handoko.

Handoko lalu melihat ada ‘senyum kemenangan’ saat Jokowi berpidato. Ekspresi itu terlihat ketika Jokowi mengucapkan kata-kata ‘demokrasi bukan permusuhan tapi ajang mengadu gagasan, ide, ajang mengadu rekam jejak, ajang mengadu prestasi’.

“Ekspresi ini adalah ekspresi ‘senyum kemenangan’ atau ‘senyum kebanggaan’ yang biasanya disertai sindiran kepada mereka yang lebih sedikit prestasinya atau tidak ada rekam jejak yang menggembirakan,” ungkap Handoko.

Menurut Handoko, ‘senyum kemenangan’ Jokowi dipertegas pada saat mengucapkan frasa ‘ajang mengadu rekam jejak’. Selain itu juga ada tepuk tangan dari orang-orang di belakang Jokowi yang merupakan pendukungnya pada menit 04:25.

Capres berikutnya adalah Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka mendaftar siang hari setelah menunaikan salat Jumat.

“Ini foto yang sangat unik. Melihat ekspresi Prabowo yang tidak terlihat sesemangat itu. Melihat Sandiaga Uno dalam senyum kebanggaannya, melihat Ibas Yudhoyono yang menutup mata dan orang di belakang Sandi yang melirik Prabowo,” kata Handoko.

Handoko mencatat topik pidato Prabowo adalah pembahasan tentang ‘demokrasi’,’ jujur jangan curang’, dan ‘harus legowo kalaupun kalah’. Menurut Handoko, materi yang dibahas Prabowo bisa dilihat sebagai topik balasan dari yang dibicarakan Jokowi.

“Dan ini yang menarik adalah penekanan pada KPU, ‘nasib bangsa berada di pundaknya KPU’ pada menit 04:41. Dan ketika Pak Prabowo memperjelas soal KPU dan pernyataannya tersebut, tiba-tiba senyum Sandi berkembang full. Senyum ‘misteri’ yang berkembang saat kata “jujur” ini dikatakan,” kata Handoko.

Sandiaga tampak tersenyum paling lebar ketika Prabowo menyebut kata ‘jujur’. Dalam pengamatan Handoko, senyum itu tak tampak pada topik lainnya.

“Apakah ada hal lucu yang ia lihat ? Apakah ia tersenyum karena sadar kamera atau sadar ada yang melihatnya? Apakah hanya kebiasaan public speaking saja? Atau ada sesuatu terkait ‘jujur’ dalam konteks KPU,” ungkap Handoko yang juga sering menganalisis gestur untuk sejumlah instansi.

Prabowo sempat mempersilakan Sandiaga untuk memberikan sambutan juga. Sehingga Handoko pun juga menganalisis ekspresi dari Sandiaga.

Sandi terlihat langsung menyampaikan janji-janji yang kemudian dilanjutkan dengan kata ‘insya Allah’. Kata tersebut terucap oleh Sandi ketika membahas soal percepatan pembangunan.

“Ada kata-kata yang berulang kali disebutkan namun bermakna sama, ‘jujur – bersih’ dan ‘adil’ adalah benang merahnya,” ungkap Handoko.

Tonton juga video: ‘Membandingkan Gaya Jokowi dan Prabowo saat Daftar Pilpres’

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here