Jakarta – Presiden Joko Widodo bertemu dengan ketua umum partai politik koalisi pendukungnya malam tadi di Istana Bogor. Salah satunya untuk menggodok nama cawapres pendamping dalam Pilpres 2019.

Pertemuan pada Senin (23/7/2018) tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Namun, dari foto hasil pertemuan tidak terlihat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. PAN sendiri diketahui merupakan salah satu partai pendukung pemerintah hingga kini. Rupanya PAN menghadiri pertemuan kubu oposisi Jokowi, Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan yang digagas Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu berkumpul sejumlah perwakilan partai seperti PBB, Partai Idaman serta Dewan Penasihat PA 212 sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Usai pertemuan, Ketum PA 212 Slamet Ma’arif menyebut PA 212 beserta sejumlah parpol, seperti Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya, sepakat untuk berkoalisi. Dalam pertemuan itu dibahas pula nama kandidat cawapres pendamping Prabowo.

“Sehingga ada sebuah kesamaan di antara kami semua bahwa bangsa ini harus diselamatkan, negara ini harus sama-sama diselamatkan. Itu kesamaannya, sehingga insyaallah kami sepakat dalam waktu dekat akan segera deklarasi Koalisi Keummatan lima partai: Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya,” kata Slamet di Hotel Sultan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.

Saksikan juga video ‘PA 212: Rizieq Dorong Gerindra-PAN Deklarasi Koalisi Keumatan’:

PAN sendiri rupanya belum menentukan sikap terkait arah koalisi. Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut pihaknya menampung seluruh masukan dari PA 212, namun tetap dengan memperhatikan mekanisme iternal parpol. Hasil pertemuan masih akan dilaporkan kepada Zulkifli.

“Bagaimanapun, PAN saat ini masih menjalankan mandat Rakornas 2017, yaitu mendorong kader kami, yaitu Pak Zulkifli Hasan, untuk maju di perhelatan pilpres, apakah sebagai capres maupun cawapres,” ucap Eddy di lokasi yang sama.

Jika nantinya ada perubahan berdasarkan masukan para ulama, PAN akan menggelar Rakornas 2018 untuk menetapkan keputusan. “Kalaupun nanti akan berubah, dengan perkembangan kondisi yang ada, tentu itu nanti akan kami evaluasi dan kami tetapkan dalam Rakornas 2018 dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” tutur Eddy.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here