Moskow – Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) berbicara soal pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dinyatakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat. Ia menyoroti soal masih munculnya atribut HTI padahal ormas itu sudah dilarang ada di Indonesia.

“Imbauan saya kembali lah ke moral yang baik. Kalau nggak suka, ada tempatnya mengadu. Berperkara. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Indonesia harus lebih maju, baik cara pikir maupun akidah,” ujar OSO di sela kunjungannya di Moskow, Rusia, Kamis (25/10/2018).

OSO tak banyak berkomentar mengenai aksi pembakaran bendera berkalimat tauhid itu. Ia lebih menyoroti soal masih maraknya keberadaan bendera dari organisasi yang dilarang itu.

“Kenapa sih kita besarkan masalah HTI lagi. Biarin saja dia sudah mati kok. Sudah dimatikan. Kalau mau dihidupkan lagi, proses hukum harus dihormati. Di Indonesia ada proses hukum, jangan menang sendiri,” sebut OSO.

“Kalau sudah ada keputusan negara, laksanakan. Rakyat harus dukung keputusan itu. Rakyat yang pilih presiden. Rakyat pilih sistem, organisasi, yang putuskan aturan main. Harus dipatuhi. Ini mau bikin sistem sendiri,” lanjut Ketum Hanura itu.

Seperti diketahui, pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dinyatakan sebagai bendera HTI terjadi dalam Apel Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan yang dibakar di Garut itu adalah bendera HTI. Dalam banyak kegiatan, polisi juga mengamati HTI menggunakan bendera itu.

“Itu bendera HTI,” kata Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Rabu (24/10) kemarin.

Polisi awalnya menahan 3 orang terkait pembakaran bendera ini. Mereka sempat diperiksa di Polres Garut dengan status saksi. Namun ketiganya akhirnya dilepaskan karena tak ditemukan pelanggaran pidana.

Polisi juga telah menemukan pembawa bendera HTI itu, US. Kini US masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian dan status hukumnya akan diumumkan esok hari.

Motif US membawa bendera HTI di tengah Apel HSN pun masih dalam penyelidikan. Polisi menangkap US di toko bangunan tempatnya bekerja, Jalan Laswi, Bandung pada pukul 13.00 WIB. US berasal dari Cibatu, Garut. Ia terancam hukuman pidana.

Dalam dokumen kepolisian yang telah dibenarkan Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, peristiwa pembakaran bendera HTI tak akan terjadi jika US tak membawa dan mengibarkan bendera tersebut. “Tidak akan terjadi insiden ini jika tidak ada tindakan yang membawa bendera HTI,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor sebelumnya menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), merupakan bendera HTI. Meski begitu, GP Ansor menyesalkan pembakaran tersebut karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi. Ansor juga meminta maaf bila kasus itu menimbulkan kegaduhan.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here