Jakarta – Presiden Jokowi kembali mengeluarkan pernyataan keras. Kini Jokowi menyatakan akan menabok penyebar fitnah yang menyebut dirinya terkait PKI.

“Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. Lah kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” ujar Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11/2018).

Jokowi juga bicara bahwa memasuki tahun politik, banyak fitnah dan hoax bertebaran di masyarakat. Jokowi pun heran ketika masih ada saja orang yang percaya terhadap berita bohong. Dia mencontohkan soal perkiraan jumlah orang yang percaya bahwa dirinya anggota PKI.

“Saya ini sudah 4 tahun diginiin. Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. Lah, kok percaya?” ujar Jokowi.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kemudian menjelaskan maksud Jokowi adalah ‘menabok’ dengan penegakan hukum. Dia juga menegaskan hal itu sebetulnya sudah dilakukan.

“Ditabok pakai penegakan hukum maksudnya,” kata Eva.

Adapun isu PKI dianggap Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir sudah ada sejak 2014. Bahkan, menurut dia, sejak saat itu kubu Prabowo Subianto kerap menggunakan isu ini.

“Pada Pilpres 2014 yang lalu masyarakat Indonesia terbelah antara pendukung Prabowo dan pendukung Jokowi, tapi rupanya perbedaan pandangan politik di Pilpres 2014 tersebut terus berlangsung hingga Pilpres 2019 ini,” kata Inas.

“Pilpres 2014 tersebut kubu Prabowo menjual isu PKI, tapi entah siapa orangnya yang memulai,” lanjut dia.

Dituding memakai isu PKI sejak 2014, politikus Gerindra Andre Rosiade membantah. Andre lalu menyebut Inas sebagai penyebar hoax.

“Bang Inas nggak usah banyak omong, nuduh kita, Abang nuduh kami berarti penyebar hoax juga. Ini kita saja yang dituduh terus,” ungkap Andre, yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Data Survei Internal Jokowi-Ma’ruf soal Isu PKI

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Zuhairi Misrawi, menjelaskan alasan di balik kekesalan Jokowi. Zuhairi mengatakan diksi yang dipilih Jokowi merupakan pesan agar fitnah itu dihentikan. Fitnah itu, kata Zuhairi, tak hanya mengganggu Jokowi, tapi juga keluarga sang petahana.

“Jadi pesannya, akhirilah fitnah Pak Jokowi sebagai PKI dan saya menyaksikan Pak Jokowi bukan PKI, seorang muslim yang saleh. Jadi pesannya, marilah pilpres tanpa fitnah,” ujar Zuhairi.

Zuhairi mengungkap hasil survei internal pihaknya. Dia mengungkap dampak fitnah PKI itu ke Jokowi.

“Sembilan persen surveinya yang menganggap Pak Jokowi PKI. Dan bahkan saya di lapangan itu anak kecil, yang sumbernya dari ceramah-ceramah itu. Ceramah yang pengajian terus menyuarakan itu, maka itu artinya bahwa fitnah tentang Pak Jokowi PKI itu sudah garis merah,” beber dia.

Jadi, siapa yang akan ‘ditabok’, Pak Jokowi?

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here