Semarang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjhajo Kumolo mengingatkan calon kepala daerah agar tidak korupsi jika terpilih. Ia meminta agar hati-hati dengan area rawan korupsi, salah satunya perencanaan anggaran.

“Saya titipkan dalam konteks hari ini, hati-hati daerah rawan korupsi. Perencanaan anggaran harus hati-hati,” kata Tjahjo aat membuka acara Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN pasangan calon Kepala Daerah se-Jawa Tengah di Hotel Quest, Semarang, Selasa (8/5/2018).

Tjahjo kemudian menjelaskan area rawan korupsi lainnya yaitu hibah dan bansos, pajak dan retribusi daerah, pengadaan barang dan jasa, kemudian jual beli jabatan dan perjalanan dinas.

“E-planning dan e-budgeting tiru daerah yang bisa,” tandasnya.

Tjahjo Kumolo juga memperlihatkan data penyelenggara negara yang ditangkap karena kasus korupsi sejak tahun 2004 hingga 2017.

Dalam data tersebut total ada 377 orang dengan rincian Gubernur dan Wakil Gubernur sebanyak 19 orang, Bupati dan Wakil Bupati 41 orang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota 13 orang, DPR dan DPRD 128 orang, dan SKPD 176 orang.

Untuk mencegah korupsi, salah satunya yaitu KPU dan Bawaslu harus kroscek LHKPN dari masing-masing calon dan jika perlu dipublikasi ke masyarakat.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here