Jakarta – Pendaftaran Pilpres 2019 memasuki hari kedua. Belum ada satupun nama pasangan capres dan cawapres yang mendaftar.

Baik Presiden Joko Widodo maupun Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dua sosok yang digadang-gadang maju sebagai capres juga belum tampak geliat akan mendaftar dalam waktu dekat ini. Ditambah lagi hingga saat ini koalisi masih belum final.

Dari 16 partai politik peserta pemilu, 12 partai telah menentukan arah koalisinya. Di antaranya PDIP, NasDem, Golkar, PKB, Hanura, PPP, Demokrat, Gerindra, PKS, PSI, Perindo, dan PKPI.

PDIP, NasDem, Golkar, PKB, Hanura, PPP, PSI, Perindo, dan PKPI memutuskan merapatkan barisan ke Koalisi Jokowi. Kesembilan Ketum Parpol koalisi Jokowi bahkan diketahui telah melakukan pertemuan dengan Jokowi di Istana Bogor pada Senin (23/7) malam.

Tak hanya mengumpulkan para Ketum parpol, Jokowi pun kemudian mengumpulkan 9 sekjen parpol-parpol koalisinya. Dari pertemuan itu, 9 sekjen telah menindaklanjuti dengan pembentukan tim sukses untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019.

“Menurut saya kita menunggu saja, tapi koalisi (Jokowi) sudah firm dan percaya diri tidak akan terjadi masalah apa pun. Kami sudah melangkah lebih maju dari mereka (koalisi Prabowo),” kata Sekjen Perindo Ahmad Roriq usai pertemuan 9 sekjen di gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018).

Berbeda dengan koalisi Jokowi yang sudah bisa dikatakan hampir final, koalisi Prabowo masih belum mencapai kata sepakat. Baru Demokrat yang telah resmi menyatakan dukungannya kepada Prabowo pada Pilpres 2019.

PKS, meski telah merapat ke koalisi Prabowo, namun hingga saat ini belum secara resmi mendeklarasikan dukungannya tersebut. Sebab, tawar menawar cawapres masih menjadi batu sandungan.

Hingga saat ini, koalisi Prabowo memang belum deal mengenai cawapres. PKS mendorong Prabowo berpasangan dengan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri, sementara PAN meng-endorse Ustaz Abdul Somad. Demokrat memang menyatakan tidak menuntut jatah cawapres, namun nama kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diusulkan jadi cawapres Prabowo.

Informasi yang dihimpun, salah satu partai dikabarkan mengancam akan keluar dari koalisi bila jagoannya tak jadi pendamping eks Danjen Kopassus itu. Meski begitu, Gerindra selalu menyatakan empat partai ini solid untuk maju bersama melawan koalisi pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Sedangkan PAN, hingga saat ini belum memutuskan ke mana akan melabuhkan dukungannya. Meskipun kerap kali PAN ikut dalam pertemuan yang digelar koalisi Prabowo. PAN beralasan, masih menunggu hasil rakernas yang digelar pada Senin (6/8) pekan depan untuk memutuskan arah koalisinya.

“Tunggu rakernas saja,” kata Ketum PAN Zulkifli Hasan di gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Jakarta, Sabtu (4/8).

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here