Cirebon – KPU Kota Cirebon menggelar debat publik kedua kandidat Pilwalkot Cirebon di Hotel Luxton, Jalan Kartini Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018).

Kedua kandidat Pilwalkot Cirebon yakni pasangan nomor urut satu Bamunas S Budiman-Efendi Edo dan nomor dua Nasrudin Azis-Eti Herawati memaparkan visi misinya sesuai dngan tema yang diusung dalam debat, yakni tentang lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, dan kelautan, khususnya pemberdayaan nelayan di Kota Cirebon.

Kedua paslon tersebut pamer gagasan tentang Kota Cirebon lima tahun ke depan dengan pertanyaan yang sudah diatur panitia debat. Paslon nomor urut dua, Azis-Eti mendapat kesempatan pertama.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Hanura, Nasdem, PKPI, dan PKB itu mendapat pertanyaan tentang pengelolaan sampah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Masalah sampah adalah masalah nasional. Kota Cirebon harus kerjasama dengan daerah sekitarnya terkait sampah. Kemudian armada angkutan sampah harus diperbanyak dan pengelohan sampah harus dilakukan dari tingkat RW,” kata Azis.

Lebih lanjut, Azis menjelaskan RTH yang harus ditunjang melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan-lahan di perkantoran. “Karena Kota Cirebon itu sudah sempit. Dan RTH yang harus 20 persen dari wilayah Kota Cirebon memang belum tercapai. Makanya harus memanfaatkan pekarangan rumah,” jelasnya.

Pertanyaan kedua yang dilontarkan pemandu ke paslon nomor dua itu terkait kerusakan lingkungan akibat adanya galian C di Kecamatan Harjamukti. Pasangan tersebut menyampaikan alih fungsi lahan dan pemanfaatan wilayah Harjamukti sebagai tempat agrowisata.

“Mengubah pola hidup warganya, nanti di sana warganya bisa jadi pemandu wisata dan pedagang,” kata Azis.

Usai paslon nomor urut dua menjawab. Giliran paslon nomor urut satu Bamunas-Edo menjawab pertanyaan tentang proses perizinan lingkungan, baik itu IMB, UPL, hingga Amdal.

Wakil dari Bamunas, Edo menilai saat ini pelaksanaan proses perizinan di Kota Cirebon belum optimal. “Di beberapa tempat masih terjadi tingkat kemacetan, macet di mana-mana karena tak sesuai amdal lalin. Kami siap menata ulang proses perizinan. Karena, dua tahun ke depan Cirebon akan luar biasa, BIJB itu Juni mulai beroperasi,” kata Edo.

Sementara itu, Bamunas menanggapi pertanyaan tentang rusaknya ekosistem di pesisir dan perairan Cirebon. Calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan, PPP, dan Golkar ini mengatakan perlu adanya pembinaan terhadap masyarakat untuk turut serta dalam memperbaiki ekosistem.

Bamunas juga mengatakan akan menggunakan teknologi dalam perbaikan ekosistem di pesisir. “Kawasan hutan mangrove juga perlu, sepanjang pantai Cirebon yang panjang 7 kilometer perlu ditanami mangrove. Dengan seperti itu, Cirebon akan menjadi tempat wisata bahari,” katanya.

Dalam debat kandidat tersebut masing-masing paslon mendapatkan kesempatan menjawab selama tiga menit.

Para pendukung dari kedua paslon yang hadir membuat suasan debat menjadi ramai. Pemandu dbat kerap memberi instruksi agar para pendukung menaati tata tertib debat.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani berharap pencapaian visi-misi pada debat kandidat bisa didengar oleh masyarakat. “Semoga visi misi paslon bisa tersampaikan. Utamanya ke pemilih pemula, sekita 30 persen pemilih masuk dalam pemilih pemula,” kata Emir dalam sambutannya.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here