Jakarta – Alfian Tanjung menyinggung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sidang pleidoinya. Ia membeberkan, indikasi bangkitnya PKI salah satunya karena ditiadakannya pemutaran film G-30-S/PKI.

“Saya akan tegaskan indikasi bangkitnya PKI, membaca zaman yang sedang bergerak, dinamika sosial-politik secara nasional cukup banyak dan banyak tanda kebangkitan paham komunisme PKI,” kata Alfian saat membaca pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

“Pertama, ditiadakanya pemutaran film G-30-S/PKI. Termasuk ikrar dari Panglima TNI yang sekarang, tidak akan memutarkan film G-30-S/PKI. Sebagai langkah awal melenyapkan jejak hitam sejarah PKI. Hal ini mereka lakukan secara sistematis sejak 1980-an,” imbuh Alfian.

Dikutip dari pleidoinya, indikasi kedua adalah dihilangkannya kata ‘PKI’ dari ‘G-30-S’ pada 2004. Menurut Alfian, hal ini untuk menegaskan bahwa PKI tidak terlibat dalam peristiwa itu.

Ketiga, menurut Alfian dalam pleidoinya, gencarnya penerbitan berupa buku setelah terbitnya ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI 2002’, terbit buku ‘Anak PKI Masuk Parlemen 2005’. Selanjutnya, terbit buku sejarah dan pedoman membangun kekuatan komunis di Indonesia sebagai modal bagi mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Keempat, kata Alfian, HUT PKI dirayakan secara terbuka pada 2015. Dilanjutkan dengan event kegiatan PKI di berbagai daerah: Sumatera, Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur.

Kelima, Alfian menyinggung soal adanya simposium tentang PKI di Jakarta pada 18-21 April 2016 di Aryaduta, Jakarta. Kemudian keenam, pada 16-17 September 2017, ada diskusi di LBH Jakarta untuk mencabut Tap MPRS 25/1966 dan menganulir kudeta 1948. Menurut Alfian, mereka ingin meyakinkan publik bahwa Tap MPRS 25/1966 sudah tidak relevan lagi dan harus dicabut dan membalik fakta sejarah bahwa peristiwa kudeta Madiun 1948 merupakan kudeta politik dan provokasi Hatta.

Selain itu, dalam pleidoinya, Alfian juga menyebut nama beberapa tokoh. Nama-nama tokoh itu dianggap sebagai salah satu penyebab eksisnya PKI.

“Kemunculan kader-kader PKI di berbagai event, baik secara umum maupun yang tegas-tegas menyatakan dirinya sebagai komunis/PKI. Seperti Ribka Tjiptaning, Teguh Karyadi, Wahyu Setiaji, dll. Ada yang diam-diam terus bekerja, seperti Dita Indah Sadi dan Budiman Sudjatmiko,” ujar Alfian

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here