Jakarta – Presiden Joko Widodo sudah didukung 5 partai untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019. Lawan Jokowi, yang kemungkinan besar Prabowo Subianto, telah diberi mandat Gerindra sebagai capres. Namun PBB menganggap dua nama itu belum jelas posisinya.

Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra menyatakan Jokowi dan Prabowo belum tentu nyapres. Dia pun jadi bingung karenanya.

“Sampai hari ini tinggal berapa bulan ini kita belum tahu siapa calonnya. Pak Jokowi mau maju apa nggak, Pak Prabowo mau maju apa nggak, kita pun jadi bingung,” kata Yusril di Markas Besar PBB, Jalan Raya Pasar Minggu KM 18 No 1B, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

PBB, kata Yusril, masih ingin menguji pasal di UU Pemilu yang mengatur ambang batas pengajuan capres. “Kami terpikir untuk menguji kembali UU Pemilu itu. Kenyataannya kan threshold 5 tahun lalu yang dipakai lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” ucap dia.

Kembali ke pernyataan Yusril soal Jokowi dan Prabowo, dia menegaskan PBB dibuat bingung. PBB pun, kata Yusril, sulit menentukan capres mereka.

“Dan partai-partai lain, seperti PBB, kan jadi kesulitan untuk menentukan arah pergerakan politiknya,” sebut Yusril.

Sumber : Detik

TERTARIK UNTUK BERMAIN GAME POKER ONLINE? Langsung Join BOSHEPOKER...BOSHEPOKER.NET AGEN JUDI POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA INDONESIA 2018 BOSHEPOKER adalah sebuah situs layanan permainan game dengan alternatif baru yaitu secara online, baik melalui web ataupun mobile. Nikmati pengisian saldo kapan saja di mana saja - 24/7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here